Sentimental Value

Dimulai dari tayangan talkshow ‘Kick Andi‘ melalui youtube. Saat itu yang menjadi tamu adalah Agung Hapsah, mengulik gaya kehidupan kaum milenial. Agung hapsah sendiri merupakan seorang vlogger yang sangat terkenal di Indonesia. Masih duduk di bangku SMA namun pernah diajak oleh Presiden Jokowi untuk membuat vlog seputar kehidupan kerja Presiden. 

Dalam salah satu sesi ,  Agung diberi pertanyaan, diantara banyak video yang pernah ia buat, video manakah yang paling berkesan? 

Salah satu video  dengan judul “The Litle Black Book” menjadi video yang paling berkesan. Menceritakan tentang kesedihan ayahnya karena buku-buku semasa ayahnya kuliah di Australia habis dimakan rayap. Menurutnya, video itu sangat menyentuh sisi sentimentil ayahnya dan juga viewernya paling banyak saat itu. 

Sebagaimana yang kita ketahui, nilai benda itu ada dua. Nilai materiil dan nilai sentimentil. Nilai materiil bisa dilihat oleh orang lain sebagaimana wujudnya benda itu. Seperti buku, sepatu , baju dan lain sebagainya.  Sementara nilai sentimentil hanya dilihat oleh pemilik barang itu sendiri. 

Saya jadi tergerak untuk memilih dan memilah lagi barang-barang yang memiliki nilai sentimentil sepanjang tujuh tahun bekerja di Malaysia. 

1. Sling bag

Tas ini dibelikan Ibu saat beliau jalan-jalan ke korea pada tahun ke dua saya bekerja dengannya. Mak Sum, teman kerja saya juga dapat. Punya Mak sum lebih besar. Tas inilah yang paling sering saya pakai untuk bepergian ke mana-mana.  Bahkan sering menjadi ‘rem’ jika saya sudah mulai tertarik untuk membeli tas yang baru. Seperti saat kemarin di bugis Junction, Singapore, saya sudah memegang satu tas. Harganya bisa dibilang ramah kantong dan cantik. Hampir aja dibeli, namun seperti ada yang mengingatkan, masih ada satu tas yang bisa dibawa ke mana-mana. Masih bagus meski udah bertahun-tahun dipakai. Akhirnya saya urung beli. Jadi hemat dollar. Uang utuh. Bisa buat beki yang lainnya. 


2. Passport

Usia passport umumnya lima tahun. Dan dua tahun lalu saya sudah memperbaruinya. Bagi orang seperti saya, memiliki passport adalah kewajiban marena saya bekerja di luar negeri. Passport yang saya miliki bukan sekesar passport dengan stiker permit kerja dan cop imigrasi kuala lumpur dan Ahmad Yani saja. Di passport lama juga terdapat banyak cop kantor imigrasi negara lain. Vietnam, Kamboja, Thailand dan Soekarno Hatta. Banyak kenangan-kenangan lewat sebentuk cop bertuliskan imigrasi. Dan yang paling penting, ada sticker premit kerja dengan job desk sebagai MAID. 

3. Cardigan H&M

cardigan yang saya miliki itu memang tidak mahal. Masih mampu dibeli. Masih salam bilangan puluhan ringgit. Saya dapatkannya dari Cik Cu, adik Boss saya. Motifnya batik warna coklat, hitam dan putih. Namun, cardigan itu hilang saat saya di Pare. Tinggal di asrama untuk kursus bahasa inggris singkat, berbaur dengan banyak orang, kehilangan barang menjadi sesuatu yang wajar. Mungkin enggak akan sedih banget jika barang yang udah hilang benar-benar hilang. Yang bikin sedih justru jika barang kesayangan kita yang hilang Sudah dipakai orang lain dan kita melihatnya di facebook. Dan orang itu pernah tinggal bersama kita di asrama yang sama. Dan sampai sekarang saya udah enggak menemukan lagi cardigan dengan motif yang sama di toko itu. 😒


4. Jilbab dari sahabat

Mungkin saya bisa memiliki banyak jilbab dengan berbagai motif dan warna. Namun, jika jilbab itu diberi oleh sahabat kesayangan, tentu akan memiliki nilai yabg berbeda meski hanya satu helai. Jilbab tukar kado dengan sahabat saya. Setiap kali mengenakan jilbab itu, saya jadi teringat, saya pernah tinggal di jakarta. Pernah memiliki sahabat kluyuran yang baik. Mengenalkan saya pada jamaah ma’iyah. Memberikan kenangan-kenangan di kos-kosanya yang kecil tapi nyaman. Thank you, Alika. 


5. Post Card

Bisa dibilang saya adalah penggila Post Card. Jalan-jalan ke manapun, baik diri sendiri yang bepergian maupun orang lain, yang menjadi oleh-oleh wajib adalah post card. Murah, ringan, kecil, dan jika kepepet masih bisa dibeli di Bandara. 

6. Kaos kegiatan

Tiap kali jadi panitia kegiatan tertentu, sudah pasti dapat jatah kaos. Entah kegiatan camping atau kegiatan lainnya. Bahkan untuk gaya keren-kerenan, satu geng pertemanan saya juga buat kaos ‘Mblegedesh’, pas lagi ramai-damainya nge-blog, juga bikin kaos nama hosting blog sendiri. Terlihat narsis, tapi itu adalah wujud saya pernah eksis ngeblig beberapa tahun lalu. Sekarang sudah hampir sekarat πŸ˜‚


Masih banyak lagi barang-barang yang memiliki nilai sentimentil. Namun, saya cukul sebutkan beberapa saja di atas. Tentu kalian juga punya. Bisa jadi lagu, kota, suasana san lainnya juga bisa memberikan nilai sentimentil. 

Nasi Arab

Hal yang paling menyenangkan saat tinggal di Malaysia tentu saja kuliner. Mau mencari makanan dari berbagai negara manapun bisa ditemukan di sini. Sebagai negara yang menurut banyak imigran yang datang ke Malaysia sebagai negara yang nyaman, Malaysia menerima banyak sekali budaya-budaya baru tak terkecuali bidang kuliner. Seiring waktu, proses asimilasi dan akulturasi budaya terus berkembang. Kita bisa melihat sejarah saudagar Arab, India dan Tiongkok mengukir sejarah melakukan perjalanan dagang dari satu daerah ke daerah lain di Nusantara ini. Nabi sendiri sebagai panutan umat islam juga melakukan hal yang sama. Melakukan perjalanan dakwah sambil berdagang. Warisannya bisa kita lihat sekarang, banyak sekali pedagang-pedagang arab di belahan bumi manapun.

Mengenai menu makanan arab yang sudah tidak asing bagi imigran yang tinggal di Malaysia. Makanan arab menjadi makanan favorit saya delama tinggak bertahun-tahun di sini. Mulai dari Briyani, Roti gandum, kebab, Nasi Makluba dan  lainnya. 

Restaurant Nasi Arab yang paling saya gemari adalah Al-Dhiafah di Sri Petailing, Kuala Lumpur. Nasi Mandi kambingnya adalah menu nasi arab yang paling enak dan lembut. Nasi briyani yang biasanya terlihat keras, bisa dimasak begitu lembut dengab kadar air yang sangat pas. Aroma kambing muda menguar sangat harum. Meski tinggi kalori, makanan ini tetap menjadi favorit. 

Sebenarnya memasak Nasi Arab itu gampang-gampang susah jika belum menemukan resep yang pas. Meski sekarang aneka rempah nasi arab bisa ditemui di berbagai supermarket, namjn tidak menjamin kualitas easa yabg dihasilkan akan sesuai dengan nasi arab yang biasa kita makan. Tahu sendiri, aroma rempah makanan adab itu sangag kuat, bisa-bisa orang tidak jadi makan hanya karena salah resep bumbu. 

Berikut saya coba tuliskan satu resep masakan nasi arab yang simple, tidak banyak rempah sulit dan rasanya tetap enak.  Sangat mudah dicoba bagi yang udah expert memasak maupun masih pemula. 

Bahan 

1 ekor ayam, bisa dipotong-potong atau biarkan utuh

3 cup nasi atau sesuai selera

1 biji bawang bombay potong dadu

3 biji bawang putih cincang

2 biji tomato,  buang biji, potong dadu

Cengkeh

Kayu manis

Oregano flakes dan rempah kering sejenis lainnya (just option)

Minyak goreng

Pewarna nasi arab bisa pakai serbuk kunyit atau pewarna nasi arab lainnya jika punya. Saya guna serbuk kunyit saja, 

minyak goreng, bisa minyak zaitun maupun minyak biasa. 

Cara

Tumis bawang bombai, bawang putih sampai harum. Masukkan cengkeh, kayu manis, tomat dan aneka bumbu kering. 

Tambahlan pewarna kunyit

Tambahkan air 

Masukkan ayam. 

Masak ayam sampai empuk dan matang sempurna sebelum ayam dipanggang. 

Setelah ayam empuk, asingkan dan susun dalam loyang untuk dipanggang. Oleskan saus tiram, saus tomato dan saus chili. Jika menyukai kuah, bisa masukkan air sisa rebuaan ayam tadi untuk disiramkan ke ayam agar ayang panggangnya tidak terlalu kering. 

Sisa air rebusan ayam tadi disaring, ambil airnya saja untuk masak nasi. 

Masukkan beras dalam rice cooker. 

Lauk tambahan

1. salad sayur

Timun, buang biji, potong dadu. 

Daun salad, iris

tomat, potong dadu

daun ketumbar potong halus. 

Campurkan semua bahan jadi satu. 

2. Sambal

tomato, potong-potong

daun ketumbar

cabe rawit (chili padi)

Garam, perasan lemon, sedikit gula

blender semua bahan. Jangan terlalu lembut. 

KaripapΒ 

Curry Puff atau lebih sering disebut Karipap merupakan cemilan yang banyak ditemui di kedai-kedai makan di malaysia. Kuih begitu warga malaysia menggolongkan jenis makanan ini. Biasanya untuk jamuan sarapan pagi ataupun teman minum teh saat petang. Tapi, jangan harap bisa menjumpai makanan ini di kedai mamak πŸ˜‚πŸ˜‚.

Untuk bisa membedakan apakah karipap itu sedap atau tak sedap, saya mengukurnya dari kulit pastrinya. Jika kulit pastri itu rangup atau agak renyah, bisa dipastikan karipap itu enak. Tapi, isi juga berpengaruh. Karipap biasanya diisi dengan daging, kentang maupun sardine. Karipap kentang menjadi favorit saya.

Selama saya tinggal di Malaysia, penjual karipap yang sedap menurut saya ada di kedai Teh Laris Kafe, Seksyen 13. Kedai dia ada di bawah kantor tempat saya kerja dulu(as a cleaner, kadang juga sebagai kuli kasar πŸ˜‚πŸ˜‚). Petang-petang kalau lagi bosan, pergi ke kedai bawah dan beli karipap, dinikmati bersama secangkir kopi.


Harga yang dijual pun murah saja. Sebiji cuma RM 50 sen. Kalau uang rupiah kira-kira Rp 1.500,00. Murahlah, masih pakai sen bukan ringgit. Ah, ada lagi karipap sedap. Biasanya buat jamuan di kantor kalau lagi ada Launching Proyek baru atau ada jamuan lainnya. Profesi saya dari kuli alih pangkat sebagai waiter. Lumayan, bisa sambil icip-icip aneka kue. Tapi, meski sedap, saya Β tak tahu yang buat katering itu Β ada kedai atau tak.

Nah, daripada beli karipap yang tak pasti sedap, kenapa tak coba saja buat sendiri. Saya sudah mencobanya dan berhasil. Bahkan sekarang menjadi makanan favorit keluarga majikan.
Bahan pastry

3 cup tepung terigu

3/4 cup olive oil

1/4 cup mentega

salt

Air

cara :

panaskan minyak dan mentega sampai betul-betul panas. Tuang ke tepung dan buat adonan seperi dogh. Tabahkan garam dan air sedikit demi sedikirlt sampai kalis. Asal tidak lengket lagi di tangan. Diamkan selama beberapa menit sambil membuat isi karipap.

Isi Β karipap

3 bj kentang potong dadu kecil

separuh dada ayam, iris dadu

serbuk kari

bawang merah-bawang putih

daun seledri
cara :

Potong atau blender bawang merah dan bawang putih. Tumis.

Masukkan rempah kari sampai harum

masukkan ayam dan kentang.

Tambah sedikit air agar kentang dan ayam lembut sempurna.

Setelah siap, baru deh karipap dibentuk sesuai keinginan.

http://pinterest.com/pin/374784000212395781/?source_app=android

Fake Customer at Mudah.my

Melakukan bisnis di era digital seperti sekarang ini menjadi sesuatu yang diharuskan. Sudah tidak zaman jika kita menggunakan cara yang lama. menunggu customer mendatangi bisnis kita dan sibuk berdiam diri di tempat kita menjajakan produk. Customer harus didatangi,  salah satu caranya adalah membuka pasar di online market. 

Online market membuka peluang besar bagi customer di mana saja untuk bisa melihat produk yang kita jual.  Area yang tidak dibatasi dan tidak dikenali bisa terjangkau dengan online market ini. Penjualan pun akan meningkat, melakukan transaksi jual beli jadi lebih mudah. 

Di Malaysia, kita bisa melihat ada berbagai pasar online. Sebut saja mudah.my, Lazada.com.my, lelong.my dan lain sebagainya. Belum lagi berbagai pasar online yang dijalanakan secara pribadi melalui akun facebook. Sekarang sudah tiba masanya everyone can sell and buy easily. Belum lagi pasar online internasional seperti ebay dan amazon. Semua memberikan peluang dengan kenyamanan customer dan seller itu sendiri. 

Namun, dengan kemudahan berjual dan membeli secara online seperti ini juga memiliki resiko besar terhadap penipuan. Seperti yang baru saja terjadi pada bisnis yang saya jalankan. Saya menjual berbagai handmade Jewelry, Lapisanayujewelry  Bisnis baru dan saya masih mencoba beberapa segmen pasar baik berjualan melalui facebook, Instagram, mudah.my dan Ebay. 


Dari sekian banyak tempat berjualan online, saya bisa bilang mudah.my adalah segmen pasar yang sangat mudah dijalanlan untuk personal seller. Untuk mendaftarkan bisnis dan barang jualan kita tanpa perlu data diri sebagai Warga Negara Malaysia. It’s mean, even you are not Malaysian, you can still sell anything there. Berbeda dengan Lazada.com.my, yang harus ber-IC malaysia ataupun memiliki SSM perusahaan. 

Namun, kemudahan bukan bermakna akan selamat. Seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya meletakkan iklan di mudah.my. Saya letak dua barang, yang satu treadmill second dan satu Jewelry Lapisan ayu. Beberapa hari kemudian, saya mendapat customer dan menanyakan dua barang jualan saya. Untuk treadmill itu memang mudah, hanya pada customer kedua langsung deal padahal harga tidaklah murah, tapi orang tetap beli. 

Pada barang jualan ke dua, saya dapat customer. Ia mengaku dari Scotland. Ingin membeli necklace lapisan ayu yang saya letak di mudah.my. Saya merasa excited karena dapat customer luar negara. Kami chit-chat agak lama. Customer ini mau memberikan hadiah untuk keponakannya yang sedang ulang tahun. Mau beri kejutan. Setelah deal dan dia siap buat payment, saya antar barangnya melalui pos laju. Oh ya, bukti pembayarannya ia menggunakan email, bukan foto resit seperti transaksi satu negara. Sampai sini, saya belum ada curiga apapun selain  nama penerima yang agak aneh. Barang yang dibeli untuk cewek, tapi penerima yang tak lain adalah sepupunya berkelamin cowok.  

Beberapa jam kemudian, dia minta saya cek email sebagai bukti pembayaran. Dan di sana tertera nominal angka RM 500, jauh sekali dari harga barang yang saya jual. Harga necklace cuma RM 80. Kecurigaan ke dua mulai muncul, kenapa uang bisa tepat-tepat RM 500, dari bank Scotland pun tak ada currency mata uang sana. 

Kemudian dia suruh saya cek email Spam yang menjelaskan agar saya mengembalikan baki uang transfer tadi sebanyak RM 420. Setelah saya kembalikan baki, maka baru saya akan dapat uang saya. It’s like stupid transaction. Boss sedang tidak ada hari itu, Outstation. Sedangkan yang urus payment tentunya boss. 

Saya sudah khawatir, apalagi dia teror dengan berbagai kalimat yang menekan saya. Sejauh ini paling transasi lewat mesin ATM saja, tak pernah berhubungan dengan Orang luar negara. 😒😒

Petolongan pun datang. Anak boss datang ke rumah. Saya diskusi dengannya tentang customer ini. Ia pun cek email dan cek percakapan whatsapp. Dia pastikan kalau customer ini sedang coba untuk menipu. Dengan segala keanehan dalam pembayaran maupun chating. 

Saya pun berhenti melayani percakapan customer ini. Sampai jam 00.00, ia masih menelfon dan mengirim  pesan. Masih maksa agar saya segera kirim uang kembaliannya. Sampai-sampai guna agen CIA dan FBI bagai πŸ˜‚πŸ˜‚. 

Keesokan harinya, saya balas dengan kalimat bahasa Malaysia. Mau menguji apa benar dia dari Scotland atau menipu. 

Nah, boleh juga cakap bahasa melayu. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Itulah, karena dalam dunia online, kita tidak tahu seperti apa jenis customer yang sedang kita layan. Kadang ada customer yang cuma nanya-nanya doang, kadang nak harga murah saja, ada juga penipu kelas kacang. Apapun, ini sebagai pembelajaran. Profil orang di Whatsapp tidak menjamin keaslian customer. Kadang guna profil bule/mak saleh dengan nomer luar negeri, eh…tahu-tahu, makan pula sambal belacan macam kita πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Kabar baiknya, Pak Pos menelfon, alamat untuk kiriman itu orangnya dah tak wujud sejak lima tahun yang lalu dan Ia bersedia hantar balik barang. So drama πŸ˜‚πŸ˜‚

Meniru Gaya Tradisional untuk Seduhan Kopi Nikmat

Bagi pecinta kopi, kopi tidak pernah sesederhana bubuk berwarna gelap, aroma sangat kuat dengan kandungan kafein yang tinggi. Racikan kopi bukan sekedar menjerang air panas dan menuangkannya dalam secangkir gelas. Lebih dari sekedar penyegar ketika mata mulai mengantuk. 

Kopi lebih dari itu. Ia bisa jadi sangat elegan dalam secangkir keramik putih dengan hias bunga-bunga. Semakin menawan dengan set tatakan dan sendok kayu. Warna gelapnya serupa samudra dalam yang amat sulit diselami sehingga untuk menikmati secangkir kopi memerlukan tempat menarik dan suasana yang nyaman. 

Kopi tradisional yang baru saja dibeli dari Tawau, salah satu negeri di luar semenanjung Malaysia tak ubahnya seperti kopi-kopi yang dihasilkan oleh para petani kopi di bawah kaki gunung Prau. semerbak aroma dan kadar asam yang cukup sedikit membuat kopi ini sangat nikmat. Aaya kurang menyukai kopi dengan tingkat keasaman yang tinggi seperti kopi gayo.

Meniru gaya tradisional yang pernah dilakukan oleh nenek-nenek kita dahulu memberikan nilai tambah untuk seduhan kopi Tawau ini. Yang mana kopi direbus sekali dengan air sampai benar-benar mendidih. Rasanya sedikit berbeda berbanding hanya menuangkan air panas di atas serbuk kopi itu sendiri. 

Orang-orang dulu yang tinggal di perkampungan di bawah kaki gunung dengan udara yang cukup dingin melakukan hal ini. Mereka menjerang kopi dalam cerek berbahan kuningan, meletakkannya di atas tungku dengan bara api yang menyala sempurna. Jika api tidak menyala sempurna, air kopi akan bau hangit. Mereka membiarkan air kopi itu tetap panas di atas tungku agar bisa dinikmati kapan saja untuk penghangat badan. 

Berbanding dengan kopi yang dijerang biasa, takaran kopi untuk direbus ini bisa lebih banyak dua kali lipat dari takaran ramuan minuman kopi biasanya. Ia akan menghasilkan kopi yang jauh lebih pekat dan lebih nikmat. 

Kopi dengan campuran gula maupun susu katanya murtad.   Tapi tidak salah jika anda menambahkan gula jika anda tidak terlalu suka kopi kosong. 

Selamat menikmati akhir weekend. Semoga besok bertambah semangat untuk memulai weekdays yang padat. 

Daily Food 1

Memilih hidup sehat untuk kehidupan di hari tua nanti. 

Ungkapan beliau ketika saya menyajikan beberapa jenis makanan. Bukan makanan olahan dengan berbagai jenis bumbu, aneka tumisan, apalagi bersantan. Makanan yang saya sajikan pada setiap harinya adalah jenis makanan segar. Sayur-sayuran hijau, Buah-buahan, Roti gandum, Oats, Susu, Yogurt, Honey dan berbagai jenis makanan lain yang lrbih banyak direbus berbanding digoreng. 

Yeah, she is very commitment to mantain her body and health. 

Tuna Wrap

  • 1 slice wholegrain mission wrap
  • Ayam brand Tuna chunk in water
  • Olive
  • Timun
  • Tomat
  • Daun salad
  • Mayonaise, bawang merah, cabe, Blackpapper, garam and lemon. 

Cara : 

  • potong kecil dan tipis bawang merah dan cabe.
  • buang air dalam tin tuna, ambil isinya saja dan haluskan. Bisa menggunakan garpu sampai tekstur tuna lembut. 
  • Campurkan bawang, cabe, mayonaise, air perasan lemon, blackpapper dan garam.
  • panaskan wrap guna microwafe ataupun atas kuali.
  • susun salad, tuna, tomat, olive dan timun lalu gulung. 

Strawberry Smoothie

  • Strawberry, saya letak 5 biji untuk satu cawan
  • Yogurt
  • milk

cara :

  • masukkan semua bahan lalu blender. Tidak perlu tambah air batu karena semua bahan sudah disimpan terlebih dulu di kulkas. 

Untuk makanan lainnya, saya hanya memotong avocado, timun, strawberry dan rebus telur setengah masak. Dimakan dengan roti gandum bakar. 

Banana Muffin cake dan Sebuah Kegagalan Masa Lalu

hati saya ketar ketir. Saya bolak-balik menengok ke arah mesin pemanggang api yang sedang berputar. Memanggang beberapa cup muffin yang sudah tercium aromanya setelah beberapa menit dimasukkan dalam mesin pemanggang. Ini adalah percobaan pertama dan saya memiliki pengalaman yang buruk mengenai bakery. Pengalaman buruk itu seperti hantu kecil yang akan mengikuti kemanapun saya melangkah. Saya tidak mau percobaan kali ini akan menambah daftar kegagalan saya dalam dunia bakery. 

Petang tadi, Ibu meminta saya untuk membuat Muffin Cake. Beliau hanya memberikan resep, lalu saya yang membuat. Sudah berjalan dua bulan tinggal bersamanya, tidak pernah ada penolakan dalam perintahnya. Setiap perintahnya seperi chalenge, tidak ada penolakan selagi tidak mencoba. Bukan saya tidak berani mencoba. Namun, saya menyadari bahwa dari sekian banyak buku resep masakan maka buku resep kue adalah buku yang selalu saya hindari. Kegagalan-kegagalan di masa lalu meyakinkan saya. Tangan saya tidak sesuai untuk memasak makanan jenis kue.

Saat kecil dulu, saya suka sekali membantu saudara saya yang sedang membuat kue-kue maupun kek. Apalagi menjelang lebaran Idul Fitri. Biasanya orderan di rumah saudara saya sangat banyak. Anak-anak kecil seusia saya saat itu semangat sekali untuk membantu. Bukan membantu untuk membuat adonan maupun meracik bahan-bahan yang akan digunakan, kami hanya membuat adonan yang sudah siap menjadi aneka bentuk kue-kue yang menarik saja. Pekerjaan paling ringan namun paling ribet dan melelahkan. Saat menjelang buka puasa, biasanya dapat oleh-oleh kue yang sudah jadi dalam bungkusan plastik untuk dicicipi oleh anggota keluarga yang lain.

Melihat orang lain pintar mengolah aneka bahan menjadi kue yang menarik, timbul dalam benak saya untuk bisa seperti mereka. Meramu terigu, mentega, gula, telur dan berbagai jenis bahan kue lainnya menjadi satu. Menjadi adonan yang pas dan berhasil sesuai harapan. Saya pun mendapatkan kesempatan untuk mencobanya.

Saat itu sedang ada majlis pernikahan di keluarga saya. Kakak paling sulung dalam keluarga saya menikah. Karena perayaanya mengundang banyak orang, maka tentu banyak sekali membuat aneka jenis makanan. Dan kebanyakan makanan dibuat sendiri oleh para  rewang – sanak saudara yang dipanggil untuk membantu dalam majlis pernikahan. Saya tertarik untuk membuat kue bolu. Saya suka sekali dengan makanan itu. Rasanya yang lembut dan manis. Ada paduan rasa strawbery dan coklat. Di antara banyak jenis makanan pada majlis pernikahan, kue bolu adalah kue yang selalu menjadi favorit saya.

Sebagai orang yang sedang ingin belajar, awal mulanya hanya diberi pekerjaan untuk mencuci alat-alat membuat kue dan memecah beberala telur yang akan digunakan. Pekerjaan paling sederhana. Lama-lama saya jadi teringin membuat adonan. Begitu mendapatkan kesempatan, saya semangat sekali untuk mencobanya. Dari awal mula memecah telur, menghitung takaran gula, memasukkan mentega, ovalet dan lainnya. Saya kerjakan sendiri. Hasilnya, percobaan pertama saya gagal total. Adonan yang saya buat tidak mengembang dengan bagus. Pun pada percobaan ke dua hingga ke empat. Semuanya gagal.

Saya membayangkan jika suatu hari nanti, saat saya sudah berusia 25 tahun lebih dan siap menikah, saya akan rajin mengunjungi toko bakery. Mendorong trolly belanja bersama anak-anak saya untuk memilih bahan-bahan membuat kue. Aroma kue bakar yang menguar dari mesin pemanggang roti menjadi aroma favorit di dalam rumah. Saya bisa membedakan antara tepung protein tinggi maupun rendah. Bisa menakar menggunakan timbangan, berapa gram tepung untuk membuat satu resep kue bolu. Namun, semua itu hanyalah khayalan. Bahkan, saat usia saya sudah melewati angka 25, saya masih belum berani memasuki toko bakery dan memenuhkan trolly belanja dengan aneka bahan kue. Saya terjebak pada sugesti dari diri saya sendiri, bahwa saya benar-benar payah untuk membuat kue.

Pernah suatu kali saya teringin membuat Pizza. Kata teman-teman yang pernah membuat Pizza sangatlah gampang. Saya pun mulai belajar untuk membuat roti, karena kelezatan Pizza berasal dari rotinya yang lembut dan mengembang sempurna. Gampang-gampang susah. Meski sudah sesuai instruksi, saya masih gagal. Lagi-lagi adonan roti tidak mengembang. Keras.

Kegagalan-kegagalan itu semakin menguatkan saya, kalau tangan saya benar-benar tidak sesuai untuk membuat kue maupun cemilan sederhana lainnya.

Seiring waktu, keyakinan saya semakin kuat. Saya benar-benar payah untuk membuat kue. Saya tidak akan lagi mencoba membuat kue, karena hasilnya akan sama. Keras dan tidak akan mengembang.

Sampai akhirnya, percobaan pertama setelah saya menyerah untuk membuat kue sedikit mendapat angin segar. Saya mencoba membuat Muffin sederhana dan berhasil. Majikan memuji, katanya enak. Kelembutannya pas. Manisnya pas. Mungkin harus dikurangi lagi, karena beliau benar-benar tidak terlalu menyukai makanan manis.

Resep olive oil Banana Muffin Cake

  • 1 3/4 cup tepung terigu
  • 3/4 gula perang
  • 2 butir telur
  • 1/3 cup olive oil
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt baking soda
  • 3 banana, hancurkan.

cara memasak

  • Mix telur, gula, garam.
  • Masukkan tepung dan baking soda
  • masukkan mashed banana
  • Masukkan dam cetakan
  • panggang selama 15-20 menit.

Satu hak yang bisa saya ambil untuk dijadikan pelajaran : Hal-hal yang mungkin hampir mustahil untuk kita capai bisa jadi sebuah kenyataan. The miracle is really happen. Jangan pernah berhenti belajar, karena bisa jadi keberhasilan terjadi pada kegagalan yang tidak terduga.